n

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Page Rank

Tinggalkan sedikit Komentar untuk blog ini :)
Showing posts with label Robotika. Show all posts
Showing posts with label Robotika. Show all posts

June 28, 2012

Jupri Dwi H, pembuat robot dari Selogiri


| | Dilihat: 4857 Kali

Bicara soal robot, kesan yang sering tebersit di pikiran adalah ilmu yang rumit dan mahal, yang hanya bisa ditekuni oleh kalangan perguruan tinggi. Padahal, dari sebuah sekolah yang mungkin sering dicap sebagai sekolah pinggiran justru muncul seorang kreator yang bukan tak mungkin bakal mengharumkan nama bangsa.
BERBAKAT -- Jufri (berseragam Pramuka) menunjukkan robot hasil karyanya. (JIBI/SOLOPOS/Trianto Hery Suryono)
Dia adalah Jufri Dwi Hanantyo, siswa SMPN 1 Selogiri, Wonogiri. Siswa Kelas VIII E ini berhasil mencuri perhatian saat dua robot karyanya dipamerkan saat pameran produk unggulan peringatan HUT Wonogiri belum lama ini. Anak bungsu pasangan Bowo Subagyo dan Ny Seni itu berhasil membuat dua robot berkemampuan dasar yaitu line follower dan wall follower. Robot jenis line follower akan bergerak menyesuaikan garis sedangkan wall follower akan berbelok ketika di depannya terdapat penghalang. “Saya terinspirasi membuat robot saat melihat robot di televisi,” ujar Jufri kepada Espos. Didampingi Kepala SMPN 1 Selogiri, Arisman dan guru pembimbingnya, Y Wahyu Widiyatmoko, Jufri bercerita dirinya mengaku penasaran dan ingin tahu lebih banyak soal robot. “Kejadian itu saya alami saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Awalnya saya membongkar-bongkar radio yang sudah rusak. Saya dimarahi orangtua karena kerusakan radio bertambah parah,” kenangnya.
Seiring dengan bertambahnya usia dan jenjang sekolah, Jufri pun menemukan arena pelampiasan penasarannya di SMPN 1 Selogiri. Saat Kelas VII, dia mulai tekun belajar ilmu robotika. Keterampilan itu dilihat oleh guru komputer sekolah itu, Wahyu. Akhirnya Jufri pun kini dijadikan asisten guru dalam mengajar robotika.
Menurut Jufri, membuat robot tidaklah rumit. Di ruang komputer, Jufri telah membuat konsep robot lain, yakni robot yang bisa berjalan seperti manusia. “Saya ingin membuat robot petani agar bisa meringankan beban manusia,” ungkapnya.
Guru pembimbing, Wahyu menyatakan bahan cukup mudah didapatkan. “Untuk bodi kami pakai aluminium namun komponen motor harus pesan ke Surabaya. Selama ini kami order ke Surabaya dengan pola transfer. Kami transfer uang, barang akan dikirim dua hingga tiga hari kemudian. Kalau tidak ada alumunium, sebagai eksperimen kami terkadang menggunakan kotak plastik dan sendok kayu es krim,” paparnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Selogiri, Arisman mengaku keterampilan membuat robot menjadi unggulan di sekolah. “Kami masih kesulitan mencara bibit penerus Jufri. Mudah-mudahan tahun ajaran nanti penerus itu bisa diperoleh.”
Trianto Hery Suryono

Pemeran Robot Akumulator SMP n 1 selogiri

 

1
Pengendalian Lengan Robot Berbasis Mikrokontroler AT89C51
Menggunakan Transduser Ultrasonik
Muh Nurdinsidiq1, Bambang Sutopo2
1Penulis, Mahasiswa S-1 Jurusan Teknik Elektro UGM
2Dosen Pembimbing, Staf Pengajar di Jurusan Teknik Elektro UGM
ABSTRACT
Ability to avoid an obstacle is required by robot that works in frequently
disturbed path.
Arm robot can use ultrasonic transduscer as an obstacle detector. The
distance between the obstacle and robot is gotten by measuring the strength of the
reflected burst of ultrasonic sound. The result of distance measurement is used by
microcontroller to decide direction and velocity of robot movement. The velocity of
robot movement is controlled by microcontroller with suitable Pulse Width
Modulation signal.
Observation shows that ultrasonic transduser can detect an cylindrical
obstacle in a half circle path with radius 25 cm. The outer path obstacle can be
detected earlier but the inner path obstacle only detected in range 10 cm from
sensor. The robot work area which can get an obstacle is about 75% of the entire
robot work area.
INTISARI
Kemampuan menghindari halangan diperlukan oleh sebuah robot yang
bekerja pada lintasan yang sering terganggu.
Lengan robot dapat dilengkapi dengan tranduser ultrasonik sebagai detektor
halangan. Jarak halangan dapat diketahui dengan mengukur kekuatan gelombang
ultrasonik yang dipantulkan oleh halangan. Hasil pengukuran jarak halangan
digunakan oleh mikrokontroler untuk menentukan arah serta kecepatan gerakan yang
dikerjakan oleh robot. Kecepatan gerakan robot dikendalikan oleh mikrokontroler
dengan cara mengeluarkan isyarat PWM yang sesuai.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa transduser ultrasonik dapat
mendeteksi halangan yang berbentuk silinder pada lintasan robot yang berbentuk
setengah lingkaran dengan jari-jari sekitar 25 cm. Halangan di sisi luar lintasan dapat
dikenali oleh sensor sejak awal sedangkan halangan di sisi dalam lintasan terdeteksi
setelah jarak sensor dengan halangan 10 cm. Daerah kerja robot yang diperbolehkan
mendapat sebuah halangan adalah sekitar 75% dari daerah kerja seluruhnya.
Kata kunci : lengan robot, AT89C51, transduser ultrasonik
2
1. Pendahuluan
Perkembangan teknologi robotika telah membuat kualitas kehidupan manusia
semakin tinggi. Saat ini perkembangan teknologi robotika telah mampu
meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi berbagai pabrik. Teknologi
robotika juga telah menjangkau sisi hiburan dan pendidikan bagi manusia.
Salah satu cara menambah tingkat kecerdasan sebuah robot adalah dengan
menambah sensor pada robot tersebut. Makalah ini memaparkan salah satu sudut
teknologi robotika yaitu teknologi robot yang memiliki kemampuan menghindari
halangan (obstacle avoidance robot). Kemampuan menghindari halangan dapat
diberikan pada sebuah robot dengan berbagai cara seperti menggunakan kamera atau
menggunakan detektor halangan.
Penggunaan kamera sebagai sensor akan meningkatkan kemampuan robot
untuk menentukan posisi sebuah obyek (Nurbiyanto, 2001). Namun penggunaan
kamera dengan sistem pengolahan citra secara digital akan menambah beban
komputasi bagi mikrokontroler sehingga kemampuan robot mengalami penurunan
pada sisi yang lain seperti pada kecepatan proses.
Makalah ini memaparkan penggunaan tranduser ultrasonik sebagai detektor
halangan dalam pengendalian sebuah lengan robot. Penggunaan transduser ultrasonik
sebagai pengukur jarak halangan dapat dilakukan dengan dua metode. Metoda yang
pertama adalah dengan mengukur selang waktu pengiriman dan penerimaan gema
ultrasonik. Metoda kedua adalah dengan mengukur kekuatan sinyal pantulan.
Pengukuran jarak dengan metoda mengukur selang waktu penerimaan gema
ultrasonik akan menghasilkan pengukuran yang cukup presisi (Firmansyah, 2000).
Namun penggunaan metoda ini menuntut pengguna untuk mengatur nilai ambang
yang menentukan batas minimal kekuatan gema ultrasonik ketika halangan telah
terdeteksi melalui sebuah potensiometer yang nilainya sering bergeser akibat
bertambahnya umur sensor. Pengukuran dengan metoda ini juga menuntut
mikrokontroler untuk melakukan proses menunggu datangnya gelombang pantulan.
Waktu menunggu ini akan cukup mengganggu bagi mikrokontroler yang diberi
beban tugas yang cukup kompleks seperti mengendalikan gerakan robot.
3
Metoda penentuan jarak halangan melalui pengukuran tingkat kekuatan
gelombang pantulan memberikan beberapa keuntungan. Pada metode ini
mikrokontroler tidak perlu melakukan proses menunggu gelombang pantulan tetapi
cukup menunggu proses konversi data kekuatan sinyal dari analog ke digital.
Pengguna juga tidak perlu mengeset potensiometer secara manual. Kelemahan
metode ini adalah data hasil pengukuran yang didapatkan kurang presisi.
2. Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Studi literatur mengenai penggunaan transduser ultrasonik, pengendalian
motor DC serta penggunaan mikrokontroler AT89C51.
2. Merancang serta menguji rangkaian pengirim serta penerima gelombang
ultrasonik sebagai sensor jarak halangan.
3. Merancang serta menguji rangkaian penggerak motor DC yang merupakan
aktuator robot.
4. Merancang serta menguji sistem minimal mikrokontroler AT89C51 sebagai
pengendali sistem secara keseluruhan.
5. Merancang perangkat lunak yang berfungsi untuk membangkitkan pulsa
PWM serta mengendalikan gerakan robot secara keseluruhan.
6. Menguji kinerja sistem secara keseluruhan serta mengambil data dari hasil
perancangan.
7. Menganalisa hasil dan membuat kesimpulan.
3. Hasil Implementasi dan Pembahasan
3.1 Perancangan Sistem
Sistem yang dirancang menggunakan lengan robot ROB3 sebagai basisnya.
Lengan robot ROB3 digerakkan oleh enam buah motor DC. Posisi sudut setiap poros
diketahui melalui potensiometer. Sebagai penggerak motor dirancang rangkaian
driver yang tersusun atas IC L293D serta driver yang tersusun atas transistor
darlington TIP 120 dan TIP 125. Untuk membangkitkan frekuensi ultrasonik
digunakan rangkaian multivibrator dari IC 555. Gelombang pantulan yang diterima
4
oleh transduser penerima mengalami proses penyesuaian isyarat melalui untai
penguat, penyearah serta filter. Keluaran untai penyesuai isyarat serta keluaran
potensiometer diubah menjadi digital oleh IC ADC0809. Mikrokontroler
menggunakan data-data tersebut untuk menentukan bentuk gerakan serta kecepatan
gerakan yang dilakukan oleh robot. Setiap motor digerakkan oleh isyarat Pulse Width
Modulation yang dihasilkan Mikrokontroler. Gambar 1 menunjukkan skema lengan
robot ROB3. Gambar 2 menunjukkan diagram kotak sistem pengendalinya.
A. Pemancar Gelombang Ultrasonik
Pemancar gelombang ultrasonik disusun oleh sebuah transduser ultrasonik
yang diberi gelombang kotak dengan frekuensi sekitar 40 KHz. Gelombang kotak
dihasilkan oleh untai multivibrator yang disusun oleh IC 555 yang bekerja secara
astable. Rangkaian pemancar ultrasonik ditunjukkan gambar 3.
Gambar 3. Untai pemancar ultrasonik
Gambar 1 Skema Lengan Robot ROB3 Gambar 2 Diagram kotak sistem
5
B. Penerima Gelombang Ultrasonik
Metode pengukuran jarak halangan yang digunakan adalah dengan mengukur
kekuatan sinyal pantulan. Gelombang pantulan ditangkap dengan sebuah transduser
penerima. Transduser penerima mengeluarkan isyarat sinus yang amplitudonya
tergantung dari jarak halangan dengan transduser. Untai penerima Gelombang
ultrasonik berfungsi memperkuat, menyearahkan serta menapis keluaran transduser
penerima sebelum dikirim ke ADC. Penyearahan isyarat dilakukan oleh untai
penyearah presisi yang dibantu dengan dua buah untai buffer serta sebuah penguat
subtractor untuk memperoleh penyearahan gelombang penuh. Untai penyesuai
isyarat akan memberikan penguatan total sekitar 150 kali dan jarak halangan terjauh
yang masih terdeteksi adalah sekitar 100 cm. Gambar 4 menunjukkan blok diagram
penyesuai isyarat.
Gambar 4 Diagram kotak untai penyesuai isyarat
Penguat inverting bertugas sebagai penguat pertama dengan nilai penguatan
sekitar 46 kali. Untai penyearah presisi yang dirancang memiliki penguatan sekitar 2
kali. Untai pengurang mempunyai penguatan 1,5 kali. Untai filter pelewat rendah
orde dua dirancang memiliki nilai frekuensi cut-off sekitar 60 Hz untuk
menyesuaikan dengan kebutuhan. Keluaran untai penyesuai isyarat adalah isyarat
DC yang siap diubah menjadi digital. Gambar 5 sampai dengan 9 masing-masing
menunjukkan untai penguat inverting, penyearah presisi, buffer, penguat subtractor
serta filter yang digunakan dalam penelitian ini.
6
Gambar 5 Penguat inverting Gambar 6 Penyearah presisi dua dioda
Gambar 7 Buffer tegangan
Gambar 8 Penguat subtractor
Gambar 9 Filter pelewat rendah orde 2
D. Untai ADC
Untai ADC digunakan untuk mengubah keluaran potensiometer menjadi data
digital serta untuk mengubah keluaran penyesuai isyarat tranduser ultrasonik menjadi
data digital. IC ADC0809 memiliki delapan kanal input analog. Enam kanal input
ADC0809 digunakan untuk potensiometer dan satu kanal input digunakan untuk
keluaran tranduser ultrasonik. Proses pengaksesan kanal ADC dilakukan satu persatu
secara bergantian sesuai kebutuhan. Pengendalian ADC oleh mikrokontroler
dilakukan melalui sinyal READ, WRITE serta CS.
7
E. Sistem Minimal AT89C51
Mikrokontroler AT89C51 mempunyai tugas mengendalikan seluruh sistem.
Mikrokontroler juga bertugas menerima program dalam format heksadesimal dari
komputer dan menyimpannya di RAM eksternal. Sistem minimal mikrokontroler
dilengkapi dengan PPI 8255 untuk menambah port keluaran. Mikrokontroler
membangkitkan sinyal PWM untuk menggerakkan motor serta sinyal-sinyal
pengendali ADC dan driver motor. Mikrokontroler menerima data digital dari
ADC0809 yang berasal dari sensor potensiometer dan transduser ultrasonik.
F. Driver Motor IC L293D
Sebuah IC L293D berisi empat buah push-pull. Setiap dua buah push-pull
dapat digunakan sebagai sebuah untai H-bridge dan dapat diaktifkan dengan sebuah
sinyal enable. Dalam penelitian ini digunakan metode DC Chopper kelas E sehingga
untai yang dirancang ditunjukkan gambar 10. IC L293D mampu beroperasi pada
tegangan 4,5 V sampai 36 V. Besarnya arus yang dapat ditarik adalah 600mA pada
kondisi normal serta 1,2 A pada arus puncak (sesaat).
Gambar 10 Driver motor dengan L293D
G. Driver Motor Transistor TIP 120 dan TIP 125
IC L293D hanya mampu menyediakan arus sekitar 600 mA secara kontinyu
sehingga untuk motor yang menarik arus diatas nilai tersebut dirancang untai Hbridge
dengan transistor darlington sebagai basisnya. Gambar 11 menunjukkan
8
rancangan driver motor dengan transistor TIP 120 dan TIP 125. Untai ini dapat
menyediakan arus sampai sekitar 5 A. Frekuensi kerjanya di bawah 300 Hz.
Gambar 11 Driver motor dengan TIP 120 dan TIP 125
3.2 Skenario Menghindari Halangan
Lengan robot diprogram untuk bergerak dengan posisi tertentu pada lintasan
yang berbentuk setengah lingkaran. Ketika bergerak di lintasan tersebut lengan robot
melakukan deteksi halangan dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik ke
arah depan.
Ketika robot mulai merasakan keberadaan halangan, maka robot melakukan
proses pengambilan keputusan untuk bergerak melengkung ke arah luar atau merapat
ke arah dalam. Lintasan robot yang berbentuk setengah lingkaran digunakan robot
untuk mengambil keputusan ini. Robot tetap bergerak ke arah depan beberapa
centimeter untuk merubah arah hadap sensor. Jika setelah bergerak sedikit ke depan
ternyata keluaran sensor ultrasonik membesar maka robot menganggap bahwa
halangan terletak di depan sensor atau di daerah sebelah dalam lintasan sehingga
diputuskan gerakan melengkung ke luar. Jika setelah bergerak sedikit ke depan
ternyata keluaran sensor ultrasonik mengecil maka robot menganggap bahwa
halangan terletak di luar lintasan sehingga diputuskan gerakan merapat ke dalam. Hal
ini diilustrasikan oleh gambar 12.
9
Setelah menentukan arah selanjutnya robot melakukan proses pencarian
posisi bebas halangan. Proses pencarian posisi ini dilakukan dengan selalu
mendeteksi keluaran sensor ultrasonik yang diharapkan selalu mengecil. Dalam
proses ini keluaran sensor ultrasonik dikelompokkan dalam kelas-kelas yang
menunjukkan kekuatan sinyalnya. Gambar 13 menunjukkan ilustrasi proses tersebut.
3.3 Hasil Pengamatan
Jarak antara halangan dengan robot diperkirakan dengan mengukur kekuatan
sinyal pantulan. Gambar 13 menunjukkan hasil pengukuran sinyal pantulan yang
diterima oleh ADC. Dari gambar tersebut diketahui bahwa semakin jauh posisi
halangan maka kekuatan sinyal pantulan semakin lemah. Gambar 14 menunjukkan
kecenderungan melemahnya sinyal pantulan akibat jauhnya posisi halangan.
Ke dalam
Ke luar
Gambar 12 Pengambilan keputusan Gambar 13 Pencarian posisi tak berhalangan
Gambar 13 Pengaruh posisi halangan Gambar 14 Pengaruh jarak halangan
10
Dengan memanfaatkan hasil keluaran tranduser ultrasonik diatas dan
menggunakan metode menghindari halangan yang telah ditentukan maka dapat
diketahui bahwa lengan robot ROB3 dapat menghindari halangan pada daerahdaerah
tertentu di bidang kerja yang ditunjukkan gambar 15.
Gambar 15 Daerah halangan yang dapat dihindari
4. Kesimpulan
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kekuatan sinyal pantulan yang
diterima transduser ultrasonik dipengaruhi jarak halangan sehingga dapat digunakan
sebagai referensi jarak. Jarak terjauh yang bisa dikenali sekitar 85 cm dan jarak
terdekatnya sekitar 3 cm. Pengukuran jarak dengan metoda ini menghasilkan data
yang kurang presisi. Namun demikian transduser ultrasonik dapat digunakan sebagai
detektor halangan pada sebuah lengan robot yang lintasannya berbentuk setengah
lingkaran berjari-jari 25 cm pada sekitar 75% dari seluruh daerah kerja robot.
Halangan di sisi luar lintasan dapat dikenali oleh sensor sejak awal sedangkan
halangan di sisi dalam lintasan terdeteksi setelah jaraknya 10 cm.
Daftar Pustaka
Firmansyah, Eka, 2001, Pengukuran Jarak dengan Gelombang Ultrasonik
memanfaatkan mikrokontroler 68HC11AIFN, Tugas Akhir, Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta (tidak diterbitkan).
Nurbiyanto, Jupri, 2001, Sistem Kendali Lengan Robot Menggunakan Sensor
Kamera, Tugas Akhir, Universiats Gadjah Mada, Yogyakarta (tidak
diterbitkan).

Kelas Robotik Dens

salah satu  cara untuk memperkenalkan robot kepada anak adalah dgn video yg membuat mereka tertarik,
ketuka sudah ada ketertarika maka dgn sendirinya mereka akan mengfembangkan diri mereka senduri. 



March 22, 2012

Robotika

Wisudawan/ti Universitas Gunadarma

Author: DADHANG BUDHIARTO
10 28th, 2011
Ucapan selamat kepada para wisudawan/ti Universitas Gunadarma atas keberhasilannya dalam menyelesaikan studi yang dicapai berkat perjuangan, kerja keras dan pengorbanan. Tantangan yang dihadapi masih panjang, lapangan kerja menuntut persaingan yang semakin ketat dan para alumni juga dituntut turut berperan dalam membawa nama dan meningkatkan citra Almamater Universitas Gunadarma. (red.27102011)


08 6th, 2011
Seluruh jajaran staff BAPSI mengucapkan Dirgahayu Universitas Gunadarma yang ke-30 Tahun (07 Agustus 1981 – 2011). Semoga dapat meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi kearah standar Internasional pada tahun 2020 juga untuk dapat memperluas wawasan, memberikan pilihan yang lebih banyak dan lebih baik bagi para mahasiswa dalam memilih program studinya serta memberikan kesempatan bukan hanya untuk meraih gelar kesarjanaan Internasional, tetapi juga untuk mengantarkan para mahasiswa ke arah kompetensi profesional dan perluasan opportunity lapangan kerja dalam menghadapi era globalisasi.


dasar robotika….. 1

Author: chiren
02 24th, 2011
sebelumnya….apa sih yang terlintas dipikiran ketika ketika mendengar kata robot???
-Transformer
-ASHIMO
-alat2 otomasi di perindustrian
-film I,robot , bicentialman, A.I, astro boy, doraemon#emang doraemon robot????hehehe…kucing ajaib ya si doraemon…. bisa mengeluarkan banyak alat dari kantong ajaibnya…..<klo yg soal film itu emang dr imajinasi saya…klo udah ngomongin robot.langsung jawabnya “ohh, yg kyk di film ini yah…atw film itu yach……. :D >
-wall-e <ini film br ditonton setelah ikut klub robotika…. :D >
naahhh…… dari sekian banyak film yang saya sebutkan diatas, mana yg sudah pernah di tonton???#intermezzo sejenak
:) …..:)
ya….banyak film yang sudah memberikan gambaran tentang robot….#yang belum nonton disarankan untuk menonton…..
hehehe……
#serius ON wajib tahu…….

3hukum dasar dan mutlak dalam robot:
3 Hukum Robot. Yang berbunyi :
1. Sebuah robot tidak boleh melukai manusia.
2. Sebuah robot harus mematuhi perintah apapun yang diberikan oleh manusia kepadanya, kecuali perintah tersebut akan bertentangan dengan hukum pertama.
3. Sebuah robot harus melindungi dirinya sendiri selama perlindungan tersebut tidak bertentangan dengan hukum pertama dan hukum kedua.

mw jelas ttg 3 hukum di atas, mungkin akan lebih dipahami klo udah nonton film I,robot#promosi lg….


nah, sekarang kita mulai dengan sedikit penjelasan tentang dasar-dasar robotikan itu sendiri…..
klo kita liat di internet dan baca dr buku, robot itu sendiri memiliki sistem…..
kenapa saya bilang sistem….robot itu ga berdiri sendiri ,,,yang kita bikin atau kita sulap langsung jadi…..simsalabim jadi apa prok…prok….prok…. :D #kidding


3hal yang menjadi dasar dalam robotika, dan ini adalah sebuah kesatuan mutlak, yang g bisa berdiri sendiri2
-> mekanik, elektronik dan programming….#waallaaahhh…apapula ini, br denger aja udah pusyiiingg :(
#tenang..tenang…kita akan pelajari satu, satu….. :)


  1. mekanik : harus tw betul susunan mekanik sebuah robot…torsi untuk mobile robot….keseimbangan untuk humanoid biar kuat berdiri….berat robot….#nanti ada penjelasan lg kok tenang saja… :D *saya jg sdg belajar
  2. elektronik : nah, yang ini harus tw bagaimana pembagian daya untuk motor, daya untuk sensor, terus, karakteristik sensor ini, daya yang dibutuhin, bikin rangkaian tambahan untuk mengimbangi daya yang keluar dan daya yang masuk, biar ga short a.k.a nyetrum :D dan  biar g overdaya supaya ga meledak*pengalamn pribadi….
  3. programming : nah, yang ini urusan nya sama kompi….utak-atik prosedur A, prosedur B biar robotnya bisa jalan sesuai algoritma yang diberikan…..nah, lewat program jg diberikan logic untuk mengerti mana yang harus dilakukan dan mana yng g boleh dilakukan…
so, robot jg punya aturan maen biar ga jd salah penggunaan… :)
mw tw lebih banyak tentang mekanik, elektronik dan pemrogramannya…..
selain ada yang sudah di posting oleh kaka2 dari klub robotika gunadarma CERC
nanti postingan baru……
untuk referensi bisa berkunjung ke
# www.psico_zone@wordpress.com
# wwwgedex.web.id
# pitowarno,endra” Robotika dan Desain Kontrol dan Kecerdasan Buatan”, 2006, Penerbit Andi Yogyakarta, Surabaya
penulisan ini masih membutuhkan banyak saran, kritik  dan kembali mari kita sama2 membuka wawasan…


Lomba 2010

Author: instwks
11 3rd, 2010
Lomba 2010


02 15th, 2010
wah buat robot nich,,,,saya tidak sengaja atau disengaja juga membaca jawaban dari teman kita yang penasaran “bagaiman c buat robot sederhana ??”. ternyat salah satu jawaban terbaiknya yaitu pembuatan robot dengan 3 tahap
  1. perencanaan
  2. pembuatan
  3. uji coba
dari ketiga tersebut insya allah dapat membantu kita dalam membentuk robot yang kualitasnya belum seberapa tapi daya usaha yang dilakukan bermanfaat untuk pengembangan lebih lanjut….
untuk lebih pengen taunya silahkan kunjungi situs ini buat robot
THNX ^_^


02 10th, 2010
hai para pembaca, khususnya temen-temen akademika Gunadarda pa kabar nich?
pusing kepala ane,,,,,, ada beberapa pertanyaan tetang robotika? cara buat robot? sofwarenya apa aja? dan lain lain. intinya ane pengen belajar bikin robot di kampus Gunadarma sendiri diadakan pelatiihan untuk pemula nggak yach? he,,,, klo ade informasinya tolong kasih tau yach he,,,,,3 tarareng thanks you,,,,,,,,,,,,,,,,
salam hormat
Isla (1 KA 20- UG/J1)


02 8th, 2010
pada heran y kenapa judulnya robot NASA….itu saya buat aj biar beda sama penulis di berita teknologi. mungkin berbagai macam ide-ide yang berlian dari teman-teman kita di kota paman SAM (AMERIKA) tergagas robot yang dapat membantu para astronot diluar sana. pekerjaan yang cukup ringan kalo dikerjakan didarat atau dilaut tapi kali ini robot yang membantu pekerjaan diluar sana….”makin aneh aj y”
dari artikel yang saya baca tersebut ternyata hebatnya lagi dia(robot) mempunyai kelebihan ya mungkin hampir sama dengan pelatih otot karena apa dia bisa mengangkat beban kurang lebih 10 kilogram “wooow kita aj lum tentu bisa y” ditambah lagi dia(robot)juga mempunyai kecepatan kurang lebih 4,5 mil/jam….”makin lebih aneh aj y”
salah satu ilmuwan disana juga mengutarakan bahwa lebih banyak sensor yang ditempatkan pada lengan dan jari-jemarinya dengan maksud agar jika ada kontak dengan astronot yang terduga dapat dihentikan pada waktu yang sama pula…”makin bener2 aneh aj y” sepertinya hal-hal yang dia(robot) perbaiki diluar sana ialah memperbaiki teleskop dan international space station (ISS)
mungkin itu sebagain yang saya tau dari artikel ROBOT NASA…..apapun kekuatan kita untuk membantu segala pekerjaan jangalah lupakan sang pencipta karena beliaulah semua ada
(~_~)
Wslm…


01 22nd, 2010
perubahan nilai |PQ| membuat perjalanan sedikit bergelombang dikarenakan nilai |PQ| tersebut mempengaruhi nilai dari PWM motor(kecepatan motor pada masing2 roda),
dan pada kasus yang biasa terjadi gelombang tersebut dapat diperhalus lagi dengan menggunakan sistem PID dengan nilai |PQ| sebagai nilai errornya, tapi tenang penggunaan kali ini belum sampai pada penambahan sistem PID
untuk bentuk sederhananya bisa seperti berikut
void euclid(){
r=20cm; //misal jarak untuk referensi untuk pingp
s=20cm; //misal jarak untuk referensi untuk pingq
pingp(); //untuk memanggil pingp dan mengambil jaraknya
pingq(); //untuk memanggil pingq dan mengambil jaraknya
pr=pingp-r ;
qs=pingq-s ;
maxpwm=255; /*bisa diatur sesuai kebutuhan robot, (tiap robot memiliki kecepatan berbeda-beda)*/
if(pingp<pingq){ //posisi robot miring kekiri
for(a=0;a<=pq;a++){
lpwm=maxpwm-pq; rpwm=maxpwm;
}
goto keluar;
}
else if(pingp>pingq){ //posisi robot miring kekanan
for(a=0;a<=pq;a++){
lpwm=maxpwm; rpwm=maxpwm-pq;
}
goto keluar;
}
else if(pingp==pingq){ //posisi robot sejajar tembok
if(pq==0){
goto keluar;}
else if((pingp<20)&&(pingq<20)){
for(a=0;a<=pq;a++){
lpwm=maxpwm-pq; rpwm=maxpwm;
}
goto keluar;}
else if((pingp>20)&&(pingq>20)){
for(a=0;a<=pq;a++){
lpwm=maxpwm; rpwm=maxpwm-pq;
}
goto keluar;
}
}
keluar:
}


01 4th, 2010
1 Widya Agsari 11408056 SM T El 3 Pengendalian Lengan Robotik Berbasis Mikrokontroler AT89C51 Menggunakan Tranduser Elektronik
2 Thomas Kurniawan 53409722 1IA05 Rumah Masa Depan – Penggabungan Pengenal Suara dan Robot
3 M. Rasyid Kurniawan I 50408544 2 IA 01 Programming Robot Susah? Microsofts Robotic Studio Aja


Dasar Pembuatan Robot

Author: hack_90
12 22nd, 2009
Secara garis besar, tahapan pembuatan robot dapat dilihat pada gambar berikut:
tutorial membuat robot cerdas tahapan pembuatan
  1. Perencanaan, meliputi: pemilihan hardware dan design.
  2. Pembuatan, meliputi pembuatan mekanik, elektonik, dan program.
  3. Uji coba.

1. TAHAP PERENCANAN

Dalam tahap ini, kita merencanakan apa yang akan kita buat, sederhananya, kita mau membuat robot yang seperti apa? berguna untuk apa? Hal yang perlu ditentukan dalam tahap ini:
  • Dimensi, yaitu panjang, lebar, tinggi, dan perkiraan berat dari robot. Robot KRI berukuran tinggi sektar 1m, sedangkan tinggi robot KRCI sekitar 25 cm.
  • Struktur material, apakah dari alumunium, besi, kayu, plastik, dan sebagainya.
  • Cara kerja robot, berisi bagian-bagian robot dan fungsi dari bagian-bagian itu. Misalnya lengan, konveyor, lift, power supply.
  • Sensor-sensor apa yang akan dipakai robot.
  • Mekanisme, bagaimana sistem mekanik agar robot dapat menyelesaikan tugas.
  • Metode pengontrolan, yaitu bagaimana robot dapat dikontrol dan digerakkan, mikroprosesor yanga digunakan, dan blok diagram sistem.
  • Strategi untuk memenangkan pertandingan, jika memang robot itu akan diikutkan lomba/kontes robot Indonesia/Internasional.

2. TAHAP PEMBUATAN

Ada tiga perkerjaan yang harus dilakukan dalam tahap ini, yaitu pembuatan mekanik, elektronik, dan programming. Masing-masing membutuhkan orang dengan spesialisasi yang berbeda-beda, yaitu:
  • Spesialis Mekanik, bidang ilmu yang cocok adalah teknik mesin dan teknik industri.
  • Spesialis Elektronika, bidang ilmu yang cocok adalah teknik elektro.
  • Spesialis Programming, bidang ilmu yang cocok adalah teknik informatika.
Jadi dalam sebuah tim robot, harus ada personil-personil yang memiliki kemampuan tertentu yang saling mengisi. Hal ini diperlukan dalam membentuk Tim Kontes Robot Indonesia (KRI) atau Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Bidang ilmu yang saya sebutkan tadi, tidak harus diisi mahasiswa/alumni jurusan atau program studi tersebut, misalnya boleh saja mahasiswa jurusan teknik mesin belajar pemrograman.
Untuk mengikuti lomba KRI/KRCI dibutuhkan sebuah tim yang solid. Tetapi buat Anda yang tertarik membuat robot karena hobby atau ingin belajar, semua bisa dilakukan sendiri, karena Anda tidak terikat dengan waktu atau deadline. Jadi Anda bisa melakukannya dengan lebih santai.
Pembuatan mekanik
Setelah gambaran garis besar bentuk robot dirancang, maka rangka dapat mulai dibuat. Umumnya rangka robot KRI terbuat dari alumunium kotak atau alumunium siku. Satu ruas rangka terhubung satu sama lain dengan keling alumunium. Keling adalah semacam paku alumunium yang berguna untuk menempelkan lembaran logam dengan erat. Rangka robot KRCI lebih variatif, bisa terbuat dari plastik atau besi panjang seperti jeruji.
Pembuatan sistem elektronika
Bagian sistem elektronika dirancang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Misalnya untuk menggerakkan motor DC diperlukan h-brigde, sedangkan untuk menggerakkan relay diperlukan saklar transistor. Sensor-sensor yang akan digunakan dipelajari dan dipahami cara kerjanya, misalnya:
  1. Sensor jarak, bisa menggunakan SRF04, GP2D12, atau merakit sendiri modul sensor ultrasonik atau inframerah.
  2. Sensor arah, bisa menggunakan sensor kompas CMPS03 atau Dinsmore.
  3. Sensor suhu, bisa menggunakan LM35 atau sensor yang lain.
  4. Sensor nyala api/panas, bisa menggunakan UVTron atau Thermopile.
  5. Sensor line follower / line detector, bisa menggunakan led & photo transistor.
Berikut ini gambar sensor ultrasonik, inframerah, UVTron, dan kompas:
tutorial membuat robot cerdas srf 04tutorial membuat robot cerdas gp2d12kompas CMPS03
Pembuatan sistem elektronika ini meliputi tiga tahap:
  • Design PCB, misalnya dengan program Altium DXP.
  • Pencetakan PCB, bisa dengan Proboard.
  • Perakitan dan pengujian rangkaian elektronika.
tutorial membuat robot cerdas design pcb
Pembuatan Software/Program
Pembuatan software dilakukan setelah alat siap untuk diuji. Software ini ditanamkan (didownload) pada mikrokontroler sehingga robot dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
tutorial membuat robot cerdas pemrograman
Tahap pembuatan program ini meliputi:
  1. Perancangan Algoritma atau alur program
    Untuk fungsi yang sederhana, algoritma dapat dibuat langsung pada saat menulis program. Untuk fungsi yang kompleks, algoritma dibuat dengan menggunakan flow chart.
  2. Penulisan Program
    Penulisan program dalam Bahasa C, Assembly, Basic, atau Bahasa yang paling dikuasai.
  3. Compile dan download, yaitu mentransfer program yang kita tulis kepada robot.

3. UJI COBA

Setelah kita mendownload program ke mikrokontroler (otak robot) berarti kita siap melakukan tahapan terakhir dalam membuat robot, yaitu uji coba. Untuk KRCI, ujicoba dilakukan pada arena seluas sekitar 4×4 meter dan berbentuk seperti puzzle. Dalam arena KRCI ini diletakkan lilin-lilin yang harus dipadamkan oleh robot cerdas pemadam api. Contoh gambar robot pemadam api Ted Larsorn dan arena Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI).
tutorial membuat robot cerdas contoh robot cerdas
arena-lomba-krci
arena kri
Untuk lomba robot KRI, dibutuhkan ruangan yang lebih besar, yaitu sekitar 15×15 meter.
Karya : Teguh Junianto

February 23, 2012

Making Sensors


Overview | Download | Documentation | Sample Projects  
Making a GoGo board | Board Versions | Links | FAQ
 
Making Sensors
revision 0.91
by Arnan (Roger) Sipitakiat
arnans@media.mit.edu
Please visit http://www.gogoboard.org for the latest version of this document.
[Printer friendly PDF version]

Contents:
Knowing how sensors work on the GoGo board
Resistance
In most cases, the value you get from a sensor indicates the "resistance" of the sensor. Resistance is a very basic property of any material. Metal has extremely low resistance. Thus, they conduct electricity very well. On the other hand, plastic or rubber have very high resistance. Almost no electricity can flow though them. That is why we use them to coat electricity wires.
Here is a simple rule: the higher the resistance, the higher value you will get from the GoGo board. Since air does not conduct electricity (unless you have a very high voltage), your get 1023 (the highest reading) from a sensor port without a sensor connected.  It is then not hard to guess that when you get a reading of zero, it means your sensor has no resistance (like a piece of wire).
There are also many sensors that change their resistance according to some particular property of the environment. Examples of these sensors include light, temperature, pressure, etc.
Calculating the sensor readings
For those who are interested in the deeper technical details, there is a 33K reference resistor on each sensor port, which is used to determine the readings you get. The figure below shows how the reference resistor is arranged. The Microcontroller measures the voltage drop across the sensor, which can be calculated from the following equation.
V = 5 x ( Rs / (33K + Rs))  
Where Rs = Sensor resistance
Now, we know that if the voltage drop is 5v, we get a reading of 1023. We can use the same equation to determine the sensor readings directly.
Sensor Readings = 1023 x (Rs / (33k + Rs))
For example if our sensor has a resistance of 10k Ohm, our sensor reading will be:
1023 x (10000 / (33000 + 10000)) = 238
Sensor ports on the GoGo board
The GoGo board has eight sensor ports. Each of them has three pins, as shown in the illustration below. Rows one and two (Ground and Sensor Input) are the ones most simple sensors use. Row three is an extra power supply for active sensors that needs a power source to function properly.


Active and Passive Sensors
Sensors that have been mentioned so far are called passive sensors. They do not need separate power to operate. Active sensors, on the other hand, are sensors that need their own power. An easy way to distinguish active sensors from passive ones is to count the number of pins it has. Active sensors have an extra third pin to get the power it needs while passive sensors have only two.
Active sensors are more complex, but they open up a broad range of sensing possibilities. Examples of active sensors include Infrared sensors [it detects presence, distance], Hall effect sensors [detects magnetic field], noise sensors, vibration sensors, etc.

Making Passive Sensors
Here you will see how to make three passive sensors: touch, light, and temperature. All passive sensors only need two pins (pin 1 and 2 ).
Touch Sensors
Touch sensors are one of the simplest sensors but yet they are most useful. The general ideas is very simple: you have two conductive objects that would touch each other when activated (i.e. pressed, stepped on) or vise versa. Here are some examples of touch sensors.
Paper and Aluminum foil.
This is probably the easiest way to make a touch sensor. You attach some aluminum foil to two pieces of paper that are folded in a way that will make the foil touch when pressed. You then connect one lead to each foil. You can, of course, replace aluminum foil with other conductive elements (i.e. paper clips  or nails).


Ice-cream sticks and aluminum foil.
Ice-cream sticks are excellent for making simple structures. It is stronger than paper. Therefor, when used with aluminum foil, we can make touch sensors that are much more rigid. The following picture shows one example.


Sandwich touch sensors
Making this type of sensor you need two conductive contacts sandwiching a non-conductive material. Overhead transparency films are nice as they are flexible. You can stick or glue aluminum foil to them and use two of them to sandwich a piece of cardboard paper. You punch holes in the cardboard allowing the foils to touch when pressed.



Commercial switches
You can also buy switches from electronic stores and attach them to the GoGo board. These switches come in many shapes and sizes. The most common ones are lever switches and push buttons.


Light Sensors
The most common light sensor is called LDR (Light Dependant Resistor). They are also known as "Photo cells." A LDR is basically a resistor that changes its resistance when light intensity changes. You often see them in automatic light stands.
Since LDRs are simply resistors, you can just simply connect the two pins from the sensor to the GoGo board.


A Simple Humidity Sensor
You can simply connect two wires or paper clips to pins 1 and 2 of the GoGo board to measure humidity in the soil. When the soil gets moist, it conducts more electricity. Thus, the sensor readings you get will change as the soil humidity changes. This same idea can be used to make a water detector sensor. When the two wires touch water, the sensor readings will change. 
You can improve the humidity sensor by connecting the two wires to a piece of gypsum, plaster, or any other material that absorbs water. The idea is still the same but you are improving the purity of the conductive medium. The sensor's behavior will not change too much from one place to another. Gypsum is the material they use to make building interiors (ceilings, walls, etc). Plaster is also used to cover walls and to make a patient's cast.


Temperature Sensors
To make a temperature sensor, you will need to find a thermistor. Some thermistors are simply resistors that changes their resistance as temperature changes. Other thermistors are active sensors that need extra power to function.


Making Active Sensors
Here are examples of useful active sensors.

Reflective Light Sensors
This type of sensor is useful when you want to detect object presence without touching it. For example, you want to detect when someone walks through a door, or when someone's hand gets too close.
A simple idea for this sensor is to beam light on to a LDR (light sensor). If something passes by, it blocks the light and the LDR detects it. If the light source is a light bulb, then you are simply detecting shadows. If you use a laser pointer as you light source, you detection range can be very far and you readings will be very precise.
There is another idea to accomplish the same task. You can beam light outwards and measure the amount of light that is reflected back.  When there is nothing to block the light, the reflected light will be very small. However, if an object blocks the light, it reflects more the light back. This is what we call a reflective light sensor. The benefit of this kind of sensor is that the sensor is located all in one place and no alignment is needed when you change the direction of the sensor.
You can make reflective sensors simply with an LED and an LDR. You need to use a bright LED. This works but the detection range will be limited (less than 1 inch).  There can also be a lot of interferences from external light sources as well.
Here is a schematic of how this sensor can be built for the GoGo board. Theresistor is there to limit the current that goes through the LED. The smaller the resistor value the brighter the LED.
Using Infrared (IR) Light
A better version of the above reflective sensor is to use Infrared light (IR), as there is much less interferences. IR is a kind of light that humans cannot see. This is nice when you do not want people to see your sensor (i.e. in security systems).
Notice in the diagram that we use an IR phototransistor instead of the LDR. In this case, the two functions the same way, but the IR phototransistor is much more sensitive to IR light than an LDR. The following is a schematic of how to build this sensor.
Commercial Reflective Sensors
You can also buy commercial IR reflective sensors as well. They normally come in a compact size and the sensor readings are more reliable.
[ example of commercial IR reflective sensors]
Here is an example of how to assemble a commercial  IR reflective sensor (digikey.com partnumber QRD1114-ND).


Hall Effect (magnetic field)  Sensor
You can use this sensor to detect the presence of magnets. The applications are similar to the IR reflective sensor but they do not depend on light, which often means they are more reliable. However, you need to have a magnet while light is almost everywhere.
Here's an example of how to assemble a Hall Effect sensor (from digikey.com, part number DN6848-ND)




Where to find sensors
In the US, many places sell sensors. Radio shack is one of the most common places to look for. There are also on-line stores that provides even larger collection of sensors. Here is a list of a few websites that you should know:
  • www.radioshack.com - website of the famous electronics retail store.
  • www.allelectronics.com - This site has a huge collection of low-cost electronics parts. If price is your biggest concern, this is where to go.
  • www.digikey.com - This is one of the largest on-line electronic store on the Internet.Here are a few digikey sensor part numbers:
     

    SensorPart Number
    ThermistorKC005T-ND
    Push buttonSW411-ND
    Lever switchSW152-ND
    IR reflectiveQRD1114-ND
    Hall EffectDN6848-ND


Other references


 Last updated: 9/25/2003