n

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Page Rank

Tinggalkan sedikit Komentar untuk blog ini :)

December 24, 2011

Untuk Adikku yg Baik Hatinya



Adikku yang baik hatinya,

Orang muda harus jatuh cinta
sejatuh-jatuhnya,
patah hati sepatah-patahnya,
tertawa, marah, sedih, rajin,
dan malas se-crazy-crazy-nya,

TETAPI!!

engkau harus segera bangkit,
mendewasa, berdiri gagah,
dengan bekas-bekas luka yang indah
di wajah dan dadamu,
dan dengan anggun dan berwibawa,
katakanlah
Dengan kewenangan
yang diberikan oleh Tuhan kepadaku,
dengarlah ini ...

AKULAH PENENTU KEBESARAN HIDUPKU SENDIRI.

December 23, 2011

Hilang


sampai pada batas keputusasaan
menggapai asa yang sudah hilang, tidak akan kembali walau
sampai kapan pun
menyimpan dendam yang bergejolak dalam lubuk hati terdalam
yang terdalam
mencoba tuk hadapi sendiri kehidupan yang membentang

menanti sang waktu habis perlahan
dengan apa aku hidup, pada siapa aku menyapa
tak ada bekas dan jejak yang tertinggal, tentang masa lalu yang
tersimpan
mulai dari sekarang hingga esok yang gelap, aku tetap berjalan

bisakah aku rubah untuk esok, dan aku hrs berlari
ataukah aku berjalan untuk saat yang tlah menjauh
sampai pada tujuan yang ku tak tau dan hanya kuterima
jiwa ini tlah hilang, jiwa ini tlah pergi

sesaat menunggu raga hingga berpaling,
selamat jalan harapan.

jastin biber






December 22, 2011

Sejarah Hari Ibu

Mandala Bakti Wanita



Hari Ibu mengingatkan saya pada sebuah bangunan yang
berkaitan erat dengan peringatan Hari Ibu ini, namun sering kita
lupakan.

Mungkin ndak banyak yang tau kalo ternyata Jogja punya peranan
yang amat penting atas tercetusnya tanggal 22 Desember sebagai
Hari Ibu.

Nah, di Jogja ada sebuah bangunan yang menjadi monumen
untuk mengingat peristiwa sejarah lahirnya Hari Ibu.
Bangunan ini mungkin banyak yang ndak menyangka, karena
seringnya bangunan ini digunakan untuk acara resepsi pernikahan
dan pameran, kalo punya kisah sejarah tersendiri.

Bangunan ini adalah gedung Mandala Bhakti Wanitatama!
Tau ndak kenapa tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari
Ibu?

Ternyata Hari Ibu ini ada sejarahnya. Pada tahun 1928, bertepatan
dengan tahun diadakannya Kongres Pemuda, organisasi-
organisasi wanita saat itu ndak mau kalah.

Mereka bikin kongres
juga di Yogyakarta.
Pada tanggal 22-25 Desember 1928 kongres wanita pertama
diadakan, yang kini dikenal dengan nama Kongres Wanita
Indonesia ( KOWANI).

Saat itu ada 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatra
yang ikut serta. Mereka saat itu berkumpul untuk mempersatukan
organisasi-organisasi wanita ke dalam satu wadah demi mencapai
kesatuan gerak perjuangan untuk kemajuan wanita bersama
dengan pria dalam mewujudkan Indonesia merdeka. Hayah.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu ditetapkan pada
Kongres Wanita ke-3 yang diadakan di Bandung pada tanggal 22
Desember 1938.

Penetapan tanggal ini bertujuan untuk menjaga semangat
kebangkitan wanita Indonesia secara terorganisasi dan bergerak
sejajar dengan kaum pria.

Mengingat pentingnya makna Hari Ibu tersebut, Presiden Sukarno
mengeluarkan Dekrit No. 316 Tahun 1959 pada tanggal 16
Desember 1959 yang menetapkan Hari Ibu sebagai Hari Nasional
namun sayangnya bukan hari libur.

Pada kongres yang diadakan di Bandung pada tahun 1952, Ibu Sri
Mangunsarkoro mengusulkan untuk dibangun sebuah monumen
untuk memperingati kongres pertama tersebut.

Pada tanggal 20 Mei 1956 dibangunlah Balai Srikandi yang
peletakan batu pertamanya dilakukan oleh menteri wanita pertama
di Indonesia, Maria Ulfah.
Kemudian seluruh kompleks bangunan pun dibangun dan
akhirnya diresmikan oleh Presiden Suharto menjadi kompleks
gedung Mandala Bhakti Wanitatama pada tanggal 22 Desember
1983.

Ada beberapa bangunan pada kompleks ini. Museum terletak pada
salah satu bagian dari Balai Srikandi.

Kemudian di sekelilingnya
terdapat bangunan yang sering digunakan untuk acara resepsi dan
pameran, yaitu Balai Shinta, Kunthi, dan Utari.

Ada pula kompleks
wisma penginapan Wisma Sembodro dan Wisma Arimbi serta
perpustakaan.

Museum yang terletak di Balai Srikandi menyimpan berbagai
koleksi benda-benda yang digunakan saat kongres waktu itu serta
diorama.

Nah, setelah tau sejarahnya, maka persepsi kita soal Hari Ibu
selama ini mungkin berubah.
Bila kita memperingati Hari Ibu dengan cara memanjakan ibu kita,
memberikan hadiah kepada ibu kita, rasanya kok ndak pas sama
semangat dan latar belakang sejarahnya, ya?

Selamat Hari Ibu, wahai perempuan Indonesia!

Dan Kasih ibu sepanjang masa, lho kok dah pas ya s5 sejarahnya hhhh ...

Sudahlah mari kita ryakan hari ibu, s dot krip mengucapkan selamat hari ibu!!!